SANGATTA – Bupati Kutai Timur  Ardiansyah Sulaiman, mengakui bahwa luasnya wilayah Kutai Timur masih menjadi tantangan dalam pemerataan peningkatan infrastruktur. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur memastikan akan terus bergerak melakukan pembenahan.

 

Hal itu disampaikan Bupati usai mengikuti Rapat Paripurna ke-VIII DPRD Kutai Timur dalam rangka HUT ke-27 Kabupaten Kutai Timur, Kamis (8/10/2026).

 

Bupati yang didampingi Wakil Bupati  Mahyunadi menyampaikan bahwa wilayah yang begitu luas membuat peningkatan infrastruktur belum dapat dilakukan secara menyeluruh saat ini.

 

“Kita masih punya tantangan bahwa wilayah yang begitu luas memang saat ini belum mampu kita berikan peningkatan infrastruktur. Tapi ini kita akan terus bergerak,” ujar Bupati.

 

Salah satu yang masih menajdi persoalan daerah yakn i terkait penyedaiaan sarana infrastruktur dasar yang menurutnya masih menajdi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian secara khusus, terutama infrastruktur jalan penghubung antar Kecamatan.

 

“Ini juga memberikan satu penyelesaian yang harus segera. Seperti jalur di Bengalon, jalur di Sangatta, Bontang, dan sebagainya. Jadi itu tantangan kita,” jelasnya.

 

Ia mengatakan pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, media, pemuda dan seluruh masyarakat perlu menjadi bagian dari gerak pembangunan.

 

Arah tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kutai Timur 2025-2029, yakni “Terwujudnya Kutai Timur Tangguh, Mandiri dan Berdaya Saing”.namun untuk mencapai visi tersebut, menurut pria berkacamatan itu, harus diwujudkan melalui kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat

Loading