KONGBENG – Kabupaten Kutai Timur kembali menunjukkan kekayaan alamnya yang luar biasa. Selain kawasan hutan lindung Hutan Wehea yang telah lebih dulu mendapat pengakuan dunia, daerah ini juga memiliki kawasan hutan yang tak kalah menakjubkan, yakni Hutan Adat Sungai Mejang yang berada di Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng.

 

Hamparan hutan seluas kurang lebih seribuan hektare yang terbagi dalam dua kawasan ini menyuguhkan keasrian alam yang masih sangat terjaga. Keanekaragaman hayati, udara yang bersih, serta kearifan lokal masyarakat adat menjadikan kawasan ini sebagai salah satu benteng penting pelestarian lingkungan di Kutai Timur. Bahkan, kawasan ini pernah meraih penghargaan Kalpataru dari Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 1996/1997. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur kepada Ivung Asan di Kantor Gubernur Kaltim sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan adat Sungai Mejang.

 

Keindahan dan keunikan Hutan Adat Sungai Mejang pun kini mulai menarik perhatian dunia. Baru-baru ini, kawasan tersebut mendapat kunjungan dari tim salah satu yayasan lingkungan internasional, yakni tim Pepsico. Rombongan yang berjumlah 28 orang, termasuk delapan peserta dari luar negeri, mengaku kagum dengan kondisi hutan yang masih sangat alami dan terjaga.

 

Kunjungan tersebut tidak hanya sebatas eksplorasi, tetapi juga membuka peluang kerja sama dalam upaya pelestarian lingkungan. Dalam rangkaian kegiatan, dilakukan pula penanaman pohon secara simbolis, termasuk penamaan pohon sebagai bentuk komitmen bersama terhadap keberlanjutan alam.

 

Camat Kongbeng, Petrus Ivung, mengaku bangga dan mengapresiasi kunjungan rombongan tersebut. Menurutnya, kehadiran tim internasional ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi keberlangsungan hutan adat Sungai Mejang.

 

“Kami sangat mengapresiasi kedatangan mereka. Ini menjadi bukti bahwa kawasan ini memiliki nilai penting tidak hanya bagi masyarakat lokal, tetapi juga dunia. Harapannya, kunjungan ini dapat membuka peluang kerja sama yang mendukung pelestarian hutan,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, ke depan kawasan ini diharapkan tetap lestari dan mampu memberikan manfaat luas, tidak hanya bagi keberlanjutan hidup masyarakat sekitar, tetapi juga sebagai destinasi wisata berbasis alam dan edukasi bagi generasi penerus.

 

Untuk mendukung hal tersebut, diperlukan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur penunjang agar potensi kawasan dapat dioptimalkan tanpa mengabaikan prinsip kelestarian. Dengan sinergi berbagai pihak, Hutan Adat Sungai Mejang diyakini dapat menjadi salah satu ikon lingkungan di Kutai Timur yang mendunia.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *