SANGATTA- Program pembelajaran Al-Qur’an metode UMI di sekolah negeri menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam memperkuat pendidikan karakter dan pembinaan mental spiritual peserta didik. Kebijakan yang dijalankan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur itu pun mendapat apresiasi dari UMI Foundation Kutai Timur.
Perwakilan UMI Foundation Kutai Timur, Agus Prianto, menilai langkah pemerintah menghadirkan program mengaji di sekolah negeri merupakan terobosan positif yang masih jarang dilakukan daerah lain, khususnya di Kalimantan Timur.
“Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi pemerintah Kabupaten Kutai Timur karena sudah menghadirkan program pembelajaran Al-Qur’an metode UMI di sekolah negeri. Ini langkah luar biasa dan mungkin menjadi yang pertama di Kalimantan Timur,” ujarnya.
Menurut Agus, kebijakan pemerintah tersebut sangat tepat karena berdasarkan evaluasi di lapangan masih banyak siswa yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik.
“Faktanya memang masih banyak siswa yang belum bisa mengaji. Dengan adanya program ini, pemerintah hadir memberikan solusi nyata agar anak-anak mendapat pembelajaran Al-Qur’an secara terarah dan merata,” katanya.
Ia juga menilai, keterlibatan pemerintah membuat pelaksanaan pembelajaran lebih efektif karena memiliki sistem yang jelas, mulai dari jadwal belajar hingga pengawasan proses pembelajaran.
“Karena ini menjadi program resmi pemerintah, pembelajarannya lebih terkontrol, penjadwalannya seragam, dan semua siswa bisa terlayani. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperhatikan pendidikan keagamaan di sekolah negeri,” jelasnya.
Program UMI yang saat ini telah berjalan di puluhan sekolah negeri di Sangata Utara dan Sangata Selatan tersebut diharapkan terus berkembang hingga dapat diterapkan di seluruh sekolah negeri di Kutai Timur sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter dan keagamaan bagi generasi muda.
![]()
