KALIORANG – Aroma payau laut berpadu dengan wanginya pepohonan pinus menyambut setiap pelancong yang menginjakkan kaki di Pantai Marang, Kecamatan Kaliorang. Pasca-hari raya Idul Fitri, garis pantai sepanjang satu kilometer ini mendadak berubah menjadi pusat perhatian. Ribuan wisatawan datang silih berganti, mencari ketenangan di bawah rindangnya tajuk pinus yang menjulang tinggi.
Bukan sekadar wisata pantai biasa, Pantai Marang menawarkan sensasi kesejukan yang jarang ditemukan di pesisir lainnya. Saat sore menjelang, langit Kaliorang perlahan berubah jingga, menciptakan siluet romantis yang memanjakan mata para pemburu sunset.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Marang, Amrullah, mengungkapkan bahwa persiapan menyambut membludaknya pengunjung telah dilakukan sejak sepekan sebelum lebaran. Mulai dari pembagian tugas di loket, pengaturan gazebo, hingga kesiapan fasilitas olahraga air.
“Tahun ini lonjakannya sangat signifikan, mencapai 70 persen dibanding tahun lalu,” ujar Amrullah.
Menariknya, wisatawan yang datang bukan hanya warga lokal Kutai Timur. Nama Pantai Marang rupanya sudah terdengar hingga ke Berau dan Samarinda. “Fasilitas glamping (glamour camping) kami bahkan sudah penuh dipesan (full booked) untuk seminggu ke depan oleh tamu-tamu dari luar kota,” tambahnya.
Saat ini, pengelola menyediakan 20 unit glamping kekinian, 34 gazebo, paddle boat, kano, hingga “Gertak Ulin”—sebuah jembatan kayu estetik yang menjadi spot foto favorit pengunjung.
Di tengah keramaian, aspek keselamatan tidak dilupakan. Pokdarwis Pantai Marang telah dibekali prosedur penyelamatan dan perlengkapan tanggap darurat. Amrullah juga menegaskan koordinasi ketat dengan pihak Polsek, Kantor Camat, dan Pemerintah Desa untuk menjaga kondusivitas.
“Kami menghimbau pengunjung untuk menjaga ketertiban. Tidak boleh ada keributan, balapan liar, apalagi minuman keras. Semua harus mengikuti arahan petugas demi kenyamanan bersama,” tegasnya.
Dukungan juga datang dari pemerintah setempat. Asri, staf Pemerintah Umum Kecamatan Kaliorang, menyatakan rasa syukurnya atas geliat ekonomi di sektor wisata ini. “Kami akan terus memantau dan rutin berpatroli untuk memastikan wisatawan di Kaliorang merasa aman,” kata Asri.
Antusiasme terpancar dari wajah para pengunjung. Sariani, warga SP5 Kaliorang, mengaku sengaja memilih Pantai Marang karena pemandangannya yang asri dan banyaknya spot foto. Senada dengan itu, Putri, wisatawan asal Sangatta, merasa bahagia bisa mencoba bermain kano bersama keluarganya untuk pertama kali di sini.
Bagi para pelaku UKM, lonjakan pengunjung adalah berkah nyata. Dagangan mereka laris manis dibanding hari-hari biasa. “Alhamdulillah, berjualan di sini sangat menguntungkan. Hari ini cukup laris,” ujar salah satu pedagang dengan wajah sumringah.

Meski sukses menyedot perhatian, Pantai Marang masih menyimpan satu keluhan mendasar: akses air bersih. Hingga saat ini, layanan PDAM belum menjangkau kawasan pantai. Para pedagang dan pengelola harus merogoh kocek lebih untuk membeli air dari luar demi kebutuhan operasional.
Harapannya, seiring dengan semakin populernya Pantai Marang sebagai destinasi unggulan di Kaliorang, infrastruktur pendukung seperti air bersih segera menjadi perhatian pemerintah, agar primadona ini semakin bersinar di masa depan.
![]()
