SANGATTA – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pamkesra) Kutai Timur, Trisno, menegaskan komitmennya untuk berkontribusi secara aktif dalam mensukseskan program yang di canangkan oleh pemerintah daerah. Hal itu di ungkapkan Trisno usai resmi di lantik sebagai Asisten Pamkesra oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman pada Rabu (17/12/2025) pagi.

Menurut Trisno, tugas terbesarnya adalah memastikan program pembangunan yang di canangkan oleh pemerintah agar bisa segera dirasakan langsung oleh masyarakat. termasuk hadirnya 50 program unggulan Bupati dan Wakil Bupati. Dimana dalam 50 program tersebut, setidaknya ada 29 program atau sekitar 60 persen dari total keseluruhan program yang akan di laksanakan selama lima tahun mendatang.

 

“Saya rasa tugas terbesar asisten 1 adalah bagaimana mengkoordinasikan penyelenggaraan 29 dari 50 program itu oleh Perangkat Daerah, sehingga bisa optimal dan dapat dirasakan oleh masyarakat. tujuannya untuk mewujudkan Kutai Timur yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing,” ungkapnya.

Ia juga mengaku sudah memiliki gambaran dan strategi untuk menjawab berbagai persoalan yang ada di tengah masyarakat. Terutama yang berkaitan dengan wewenangnya sebagai Asisten Pamkesra. Salah satunya dengan menghadirkan trobosan Big Data yang menampung berbagai informasi yang bisa menjadi salah satu dasar pengambilan arah kebijakan dan perencanaan daerah, sehingga diharapkan dalam implementasi program dan kegiatan yang di laksanakan oleh pemerintah berjalan lebih tepat sasaran, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Perencanaan program tersebut, sambung Trisno a sudah dimulai sejak 2025, mulai dari sistem termasuk sumber daya manusia. Dirinya optimistis program tersebut selesai tahun 2026, sehingga dapat digunakan untuk membantu mensukseskan visi dan misi kepala daerah lima tahun mendatang.

“Nantinya Big Data itu bisa melihat progress pembangunan yang di lakukan, sehingga Pak Bupati (Ardiansyah Sulaiman) tidak perlu tanya ke OPD, apa yang mau dilakukan o beberapa tahun ke depan, dan apa kendalanya,” tegasnya.

Dirinya juga menyebut, apabila seluruh OPD paham akan Tugas Pokok dan Fungsinya (Tupoksi), maka Bupati maupun Wakil Bupati tidak perlu turun tangan secara langsung memastikan seluruh program tersebut berjalan sesuai dengan target yang di tetapkan.

“Contohnya 50 program unggulan, cukup menjadi tanggung jawab sekda. Sekda tanggung jawab, asisten mengawasi ke 29 program. Bupati tinggal tunggu laporan saja, Idealnya begitu,”pungkasnya.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) kembali melakukan rotasi dan penyegaran jabatan pada level Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama. Sebanyak enam pejabat resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.

Pelantikan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil asesmen yang sebelumnya dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kutim. Enam posisi strategis yang diisi meliputi Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Sekretariat DPRD, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta Dinas Perkebunan.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *