SANGATTA- Sebanyak 200 peserta mengikuti Bimbingan teknis (Bimtek) pengembangan bahan ajar digital yang di laksnakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim yang berlangsung di Royal Victoria Hotel, Sangatta, Minggu (14/12/2025).

 

Kegiatan yang di tujukan bagi para tenaga guru, kepala sekolah, koordinator wilayah dan pengawas PAUD ini menjadi bagian dari program adaptasi yang di lakukan oleh Disdik Kutim untuk meningkatkan kompetensi pendidik dalam menghadapi perkembangan teknologi pembelajaran serta mendorong proses belajar yang lebih kreatif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan anak usia dini.

 

Kepala Disdikbud Kutim Mulyono mengatakan kegiatan ini menjadi bagian program pengembangan dan peningkatan kualitas tenaga pendidik agar mampu menciptakan bahan ajar yang kreatif, menarik, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini.

 

“Dan Alhamdulillah seluruh peserta mengaku puas dengan materi yang di sampaikan oleh para narasumber. Dan mereka juga sudah siap untuk menerapkan ilmunya di masing-masing sekolahnya,”ujarnya.

 

Ia menyebut, bahwa secara bertahap metode pembelajaran berbasis digital akan berlaku di seluruh satuan pendidikan di Kutim. tidak terkecuali di jenjang PAUD. Hal ini menjadi bagian dari dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong transformasi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

 

“Kami juga terus melengkapi berbagai kekurangan yang ada untuk mendukung program ini, tahun sebelumnya juga sudah terbangun 114 internet. Dan tahun ini kami membangun jaringan internet di 39 sekolah,”bebernya.

 

Terakhir, dirinya berharap seluruh peserta yang sudah mengikuti kegiatan yang berlangsung mulai tanggal 12-14 Desember ini mampu menjadi pendorong motivasi dalam proses pembelajaran di jenjang PAUD.

 

Plt Kepala Bidang PAUD dan PNF Disdikbud Kutim, Heri Purwanto mengatakan, kegiatan yang menghadirkan narasumber dari Universitas Negeri Yogjakarta dan Sekolah Enuma Jakarta ini menjadi bagian dari pengembangan metode pembelajaran sekolah yang di sesuaikan dengan kondisi kekinian.

 

 

“Karena arus tekhnologi, mau tidak mau kita juga harus adaptif mengikuti perkembangan zaman dimana era digitalisasi saat ini juga sudah merambah dunia pendidikan. Salah satunya melalui pemberian bahan ajar kepada para siswa yang berbasis digital,”ujarnya.

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *