SENTAWA – Di RT 07, pemilihan ketua RT selalu lebih panas dari pemilu nasional. Bukan karena visi misi, tapi karena siapa yang paling sering bantu pasang tenda.
Pak Udin, calon petahana, pasang spanduk kecil di depan gang:
“Lanjutkan Program Kerja Nyata.”
Warga bingung.
“Kerja nyata yang mana?”
“Oh itu… grup WA RT yang aktif,” jawab Pak Udin bangga.
Calon penantangnya, Pak Bowo, lebih sederhana. Dia keliling rumah sambil senyum-senyum.
“Kalau saya jadi ketua RT, iuran tetap sama, tapi senyumnya saya tambah,” katanya.
Ibu-ibu langsung setuju. “Yang penting ramah.”
Malam sebelum pemilihan, debat terbuka digelar di pos ronda.
Pak Udin bicara panjang soal administrasi.
Pak Bowo singkat saja, “Saya siap bangunin warga kalau ada tamu malam.”
Warga tepuk tangan. Soalnya yang bangunin selama ini cuma maling.
Akhirnya Pak Bowo menang tipis. Keesokan harinya, dia langsung bikin pengumuman:
“Mohon maaf, program pertama saya belum bisa jalan. Kunci pos ronda belum ketemu.”
Warga maklum.
Di RT 07 semua sepakat: politik tingkat RT bukan soal janji besar, tapi soal siapa yang paling cepat respon di grup WA.
![]()


