Tawa Mingguan 

 

Pagi itu Pak Darto berangkat ke kantor dengan tekad bulat.

Hari ini harus hemat.

 

Di rumah, ia sudah berjanji pada dompetnya:

“Tenang, hari ini kamu aman.”

 

Sampai di kantor, niat hemat mulai diuji.

 

Teman pertama lewat. “Ngopi yuk.”

 

Pak Darto menolak dengan tegas.

“Enggak. Bawa bekal.”

 

Lima menit kemudian, aroma kopi menyebar ke seluruh ruangan.

Pak Darto meneguk air putih dengan khusyuk, sambil menatap cangkir teman-temannya.

 

Sepuluh menit berlalu.

 

“Bang, kopinya diskon.”

 

Pak Darto berdiri perlahan.

“Diskon itu bentuk penghematan.”

 

Dompet tanda napas.

 

Siang hari, niat hemat kembali diuji. Ia membuka bekal dengan penuh harap.

 

Isinya nasi, telur, dan satu potong ayam yang terlihat seperti hasil seleksi alam.

Di saat yang sama, muncul notifikasi: “Promo makan siang, beli satu gratis… piring.”

 

Pak Darto menatap bekalnya. “Besok saja.”

 

Sakit hari, hujan turun. Ojek online lewat sambil menyapa, “Payung Pak?”

 

Pak Darto tersenyum getir. “Tidak, aku kuat.”

 

Tiga menit kemudian, ia berdiri di bawah atap toko. Lima menit kemudian, ia pesan ojek online.

 

Malamnya di rumah, Pak Darto membuka dompet. Isinya berkurang, tapi tidak habis.

 

Ia tersenyum bangga. “Lumayan, masih bisa beli pulsa.”

 

Dompet tidak menjawab.

Ia sudah lelah…