INDIA- Kekacauan menyelimuti penampilan Lionel Messi di Stadion Salt Lake karena kesalahan pengelolaan penonton oleh penyelenggara yang menyebabkan kerusuhan di dalam stadion. Kehadiran Messi yang singkat dan pengamanan ketat saat keluar membuat banyak penggemar kecewa, mengubah perayaan menjadi kekecewaan.
Dikutip dariĀ Indiatoday.id Apa yang seharusnya menjadi momen sekali seumur hidup bagi para penggemar yang membayar 5.000 ruppe atau sekitar Rp 985 ribu untuk menonton bintang Argentina di Stadion Vivekananda Yuvabharati Salt Lake Kolkata berubah menjadi kekacauan.
Para pendukung yang telah menunggu berbulan-bulan untuk melihat idola sepak bola mereka merasa frustrasi ketika penampilan pemain Miami FC itu di lapangan dipersingkat secara drastis, dengan situasi yang semakin memburuk di tengah kepadatan dan kebingungan.
Menurut saksi mata, rencana Messi untuk mengelilingi stadion tidak pernah terwujud dengan baik. Saat ia melangkah ke lapangan, ia langsung dikelilingi oleh politisi, pejabat, selebriti, dan anggota keluarga mereka, bersama dengan kehadiran paparazzi yang sangat banyak. Kepadatan di sekitar Messi menjadi sangat intens sehingga tim keamanannya terpaksa membatalkan rencana tersebut, yang secara signifikan membatasi interaksinya dengan khalayak yang lebih luas. Ketika kabar menyebar bahwa superstar itu tidak akan tinggal lama, keresahan mulai meningkat di tribun.
Ketegangan memuncak setelah Messi meninggalkan lapangan kurang dari 10 menit kemudian, memicu kemarahan sebagian penonton. Para penggemar, yang sebagian besar tiba di stadion sejak pagi hari, mempertanyakan perencanaan dan pengaturan akses, terutama setelah membayar harga premium untuk mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan.
Botol-botol dilemparkan, papan reklame dirusak, dan petugas keamanan harus turun tangan ketika protes pecah di dalam stadion.
Kemunculan singkat Messi menjadi pemicu kerusuhan. Dikawal ketat oleh petugas keamanan bersama para VVIP lainnya, pemenang Piala Dunia itu meninggalkan stadion, membuat ribuan pendukung terkejut dan kecewa. Bagi banyak orang, sekilas pandangan itu terasa jauh dari momen impian yang dijanjikan saat tiket mulai dijual.
Tak lama kemudian, visual dramatis dari dalam stadion membanjiri media sosial, menunjukkan para penggemar yang gelisah, papan reklame yang rusak, dan benda-benda yang dilemparkan. Pemandangan tersebut sangat kontras dengan suasana meriah yang mengelilingi kedatangan Messi di Kolkata sehari sebelumnya.
Menyusul kerusuhan di Stadion Salt Lake dan kepergian Messi lebih awal, Kepala Menteri Bengal Barat Mamata Banerjee mengeluarkan permintaan maaf dan menyatakan penyesalan atas kesalahan manajemen dan menyampaikan permintaan maafnya kepada Messi dan para penggemar sepak bola Kolkata yang tidak dapat melihat bintang Argentina itu dengan jelas.
Sumber foto / Indiatoday.id
![]()
