SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menargetkan penyerapan hingga 50 ribu tenaga kerja melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan pembukaan peluang investasi baru.
“Peningkatan kualitas tenaga kerja lokal menjadi kebutuhan penting seiring berkembangnya investasi dan sektor industri di Kutim,” ujar Bupati, Kamis (o8/10/2026).
Salah satu langkah yang disiapkan pemerintah adalah membuka program pendidikan vokasi selama satu tahun melalui kerja sama dengan Institut Pertanian Stiper (Instiper) Yogyakarta.
Nantinya, program tersebut diarahkan untuk menyiapkan tenaga terampil yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, terutama di sektor perkebunan kelapa sawit.
Pemerintah, sambungnya juga melihat peluang adanya penyerapan tenaga kerja dari rencana investasi industri gasifikasi batu bara yang nilainya diperkirakan mencapai sekitar Rp71 triliun.
Bupati Ardiansyah menilai masuknya investasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal. Karena itu, peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi salah satu prioritas agar masyarakat Kutim memiliki peluang lebih besar mengisi kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor.
“Kita ingin anak-anak muda Kutai Timur memiliki kompetensi, memiliki kesempatan, dan memiliki masa depan di daerahnya sendiri,” katanya.
Selain peningkatan keterampilan, pemerintah juga terus mendorong pertumbuhan sektor ekonomi baru seperti pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, pariwisata, industri pengolahan dan ekonomi kreatif.
Menurut Bupati Ardiansyah, keberhasilan pembangunan ekonomi tidak cukup hanya dilihat dari besarnya investasi yang masuk. Yang tidak kalah penting adalah sejauh mana investasi tersebut mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Masyarakat Kutai Timur jangan hanya menjadi penonton pertumbuhan ekonomi, tetapi harus menjadi pelaku pembangunan,” tegasnya. ADV/09
![]()


